Oleh karena itu, disiplin dalam penyaluran kredit serta penguatan manajemen risiko menjadi langkah kunci yang semakin relevan bagi perbankan nasional di tengah ketidakpastian global.
Analis Phintraco Sekuritas Aditya Prayoga menilai ketidakpastian global saat ini menuntut perbankan untuk lebih berhati-hati dalam mengelola portofolio kredit.
Menurut dia, dampak eskalasi geopolitik umumnya tidak langsung terasa di sektor keuangan, tetapi muncul secara bertahap melalui tekanan pada sektor usaha tertentu.
“Dalam situasi global yang tidak pasti, bank perlu fokus menjaga kualitas aset dan melakukan monitoring yang lebih ketat terhadap portofolio kreditnya. Ini penting untuk memastikan stabilitas kinerja tetap terjaga,” kata Aditya.
Sejumlah bank di Indonesia dinilai mulai memperkuat pendekatan kehati-hatian dalam ekspansi kredit di tengah ketidakpastian global. Penyaluran pembiayaan kini dilakukan lebih selektif dengan mempertimbangkan ketahanan sektor usaha terhadap fluktuasi nilai tukar, kenaikan biaya energi, serta potensi perlambatan ekonomi.