"Menurut IBMA, Gold Expo bukan sekadar pameran, tetapi menjadi instrumen percepatan integrasi rantai nilai emas nasional sehingga kolaborasi antara sektor hulu dan hilir dapat semakin kuat," jelasnya.
Memasuki tahap jangka menengah, IBMA akan melakukan kajian terhadap berbagai kebijakan yang dinilai memengaruhi perkembangan ekosistem bullion, termasuk regulasi perpajakan. Proses kajian tersebut dilakukan bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta kementerian dan lembaga terkait.
"Dalam jangka panjang, asosiasi menargetkan terjalinnya kemitraan strategis dengan organisasi bullion global. Sejumlah asosiasi internasional seperti Malaysia Gold Association, World Gold Council, hingga London Bullion Market Association (LBMA) telah hadir dalam peluncuran IBMA sebagai sinyal dukungan terhadap pengembangan pasar bullion Indonesia," ungkap Selfie.
Ke depan, IBMA juga akan menginventarisasi pelaku industri emas secara lebih komprehensif, mendorong lebih banyak perusahaan menjadi anggota asosiasi, serta memastikan aspek syariah menjadi bagian dari pengembangan ekosistem sejak tahap awal.
(Shifa Nurhaliza Putri)