sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kebutuhan Perlindungan Kelas Menengah Meningkat, Industri Asuransi Diproyeksi Terus Tumbuh

Banking editor Kunthi Fahmar Sandy
04/09/2026 23:36 WIB
Industri asuransi diproyeksikan terus bertumbuh seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan masyarakat kelas menengah dan affluent yang semakin mengglobal.
Kebutuhan Perlindungan Kelas Menengah Meningkat, Industri Asuransi Diproyeksi Terus Tumbuh (FOTO:Dok Ist)
Kebutuhan Perlindungan Kelas Menengah Meningkat, Industri Asuransi Diproyeksi Terus Tumbuh (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Industri asuransi diproyeksikan terus bertumbuh seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan masyarakat kelas menengah dan affluent yang semakin mengglobal.

Di Indonesia, menurut berbagai kajian industri, segmen affluent diperkirakan mencakup sekitar 7 persen dari total populasi Indonesia. Meski jumlahnya relatif terbatas, kelompok ini memiliki kebutuhan perencanaan keuangan yang semakin kompleks, mulai dari diversifikasi aset, pendidikan internasional, hingga perencanaan warisan antar generasi.

Dalam keterangan tertulis Jumat (4/9/2026), kondisi tersebut mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap solusi perlindungan yang mampu membantu menjaga nilai kekayaan dan mendukung tujuan finansial jangka panjang.

Dalam konteks Indonesia, meningkatnya kebutuhan pendidikan internasional, perjalanan global, investasi luar negeri, hingga perencanaan warisan lintas generasi membuat banyak masyarakat mulai mempertimbangkan proteksi yang memiliki denominasi mata uang yang sejalan dengan kebutuhan masa depan mereka.

Hal ini juga sejalan dengan kajian internal Prudential Indonesia yang menyoroti pentingnya menjaga daya beli dan relevansi nilai kekayaan di tengah penguatan Dolar AS dan meningkatnya kebutuhan global berbasis USD.

Dari kajian tersebut ditemukan bahwa masyarakat affluent dan High Net Worth khususnya, menyatakan kebutuhan diversifikasi mata uang sebagai alasan utama berinvestasi di luar negeri karena adanya kekhawatiran akan nilai kekayaan yang tergerus akibat inflasi,risiko mata uang dan kebutuhan global yang semakin meningkat.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin menyadari pentingnya solusi keuangan yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan aset, tetapi juga membantu menjaga daya beli dan nilai kekayaan agar tetap relevan dengan kebutuhan masa depan yang terus berkembang," ujar Chief Product Officer Prudential Indonesia, Astono Hermawan dikutip Jumat.

Saat ini pihaknya melihat semakin banyak nasabah yang tidak hanya fokus pada besarnya manfaat perlindungan, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana nilai perlindungan tersebut dapat tetap relevan terhadap kebutuhan masa depan yang semakin global.

"Produk perlindungan berbasis USD dapat menjadi salah satu pilihan bagi nasabah yang ingin mendiversifikasi perencanaan keuangannya sekaligus mempersiapkan kebutuhan keluarga yang memiliki eksposur terhadap mata uang asing," tuturnya.

Selain faktor globalisasi, tren transfer kekayaan antar generasi atau intergenerational wealth transfer juga menjadi pendorong baru bagi masyarakat affluent dalam merencanakan keuangan untuk masa depannya.

Dia menyebut, banyak keluarga saat ini tidak hanya berfokus pada membangun aset, tetapi juga memastikan nilai kekayaan dan perlindungan yang dimiliki dapat diwariskan secara optimal kepada generasi berikutnya.

Perencanaan keuangan modern kini mencakup aspek perlindungan keluarga, edukasi finansial, dan perencanaan warisan yang lebih matang.

Dalam kondisi tersebut, perlindungan berbasis USD dapat menjadi salah satu instrumen yang membantu menjaga kesinambungan rencana keuangan keluarga, khususnya bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan pendidikan internasional, investasi global, atau tujuan keuangan jangka panjang yang dipengaruhi oleh pergerakan mata uang asing.

“Kami melihat tren wealth management saat ini bergerak ke arah yang lebih holistik. Nasabah tidak hanya mencari pertumbuhan aset, tetapi juga produk perlindungan yang mampu menjaga ketahanan finansial keluarga dalam jangka panjang seperti produk PRUFuture USD dari Prudential Indonesia. Oleh karena itu, kebutuhan akan solusi perlindungan yang fleksibel, terdiversifikasi, dan sesuai dengan tujuan keuangan global diperkirakan terus meningkat," ujar Astono.

Di tengah percepatan perkembangan Artificial Intelligence (AI), meningkatnya kebutuhan global, serta perubahan cara masyarakat mengelola kekayaan lintas generasi, minat terhadap produk perlindungan berbasis Dolar AS (USD) diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Perkembangan AI tidak hanya mengubah cara perusahaan beroperasi, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di berbagai sektor, mulai dari teknologi, kesehatan, hingga keuangan.

Dalam saat yang sama, ketidakpastian ekonomi global, tekanan inflasi, serta kebutuhan yang semakin terhubung dengan ekonomi internasional mendorong masyarakat untuk memikirkan kembali strategi perlindungan dan pengelolaan kekayaan jangka panjang.

Menurut berbagai laporan industri global, investasi pada infrastruktur AI diperkirakan mencapai USD750 miliar pada 2026 dan menjadi salah satu pendorong utama transformasi ekonomi global.


(kunthi fahmar sandy)

Advertisement
Advertisement