AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Kembangkan Bank Digital, Hary Tanoesoedibjo Target 30 Juta Orang Unduh Motion

BANKING
Tia Komalasari/IDXChannel
Selasa, 04 Mei 2021 22:14 WIB
Saat ini, MNC Group tengah mengembangkan Motion, yakni digital banking yang akan diintegrasikan dengan e-money, yaitu SPIN Pay dan kartu kredit.
Hary Tanoesoedibjo targetkan 30 Juta nasabah aplikasi Motion. (Foto: MNC Medi

IDXChannel - MNC Group terus menggenjot transformasi bisnisnya ke digital. Saat ini, MNC Group tengah mengembangkan Motion, yakni digital banking yang akan diintegrasikan dengan e-money, yaitu SPIN Pay dan kartu kredit, baik Visa dan Master Card.

"Mudah-mudahan ini bisa tumbuh besar. Target kami dalam 5 tahun bisa 30 juta accounts," ujar Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo di Manager Forum ke-56 MNC Group "Industry 4.0: Towards Digital Transformation", Selasa (4/5/2021).

Hary berharap pembangunan infrastruktur digital bisa lebih cepat dan maksimal. Dengan begitu, digital financial product bisa berkembang pesat.

"Kalau mau Indonesia betul-betul ekonominya maju, termasuk digital financial product, dibuat satu saja perusahaan network provider. Semua operator yang sekarang network provider, mereka pemegang saham di situ," kata Hary.

Saat ini yang terjadi di Indonesia, lanjut Hary, izin network provider terlalu banyak dan fokus di titik yang sama. Banyak wilayah yang belum ter-cover, terlebih di pelosok Nusantara. 

"Kita sekarang sudah mau lari ke digital, tapi kalau infrastrukturnya belum memadai akhirnya digital itu hanya dinikmati di kota-kota besar," tuturnya.

Selain itu, Hary berharap layanan 5G bisa segera hadir di Tanah Air. "Saya rasa kalau kita gelar 5G, digital financial product akan terbang," kata Hary.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memaparkan saat ini digitalisasi memang menjadi primadona di semua sektor, tidak terkecuali di sektor keuangan.

"Kami juga sadar dari awal, kami harus memberikan ruang yang luas bagi seluruh sektor untuk mentransformasi bisnisnya dalam technology minded. Kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri dalam memberikan digital services di semua sektor," ungkapnya.

Dengan teknologi, kata Wimboh, pelaku usaha jasa keuangan memberikan layanan terbaik buat masyarakat. "Tanpa teknologi kita harus hadir ke seluruh pelosok Indonesia. Ini tidak strategis dan tidak efektif," tuturnya. 

Meski demikian, kepentingan masyarakat harus dilindungi. "Jangan sampai masyarakat tidak paham berkaitan dengan produk teknologi," katanya.

Karenanya, OJK terus memberikan literasi dan edukasi. Wimboh menegaskan OJK akan melakukan berbagai upaya untuk mempercepat transformasi digital, terutama di sektor keuangan. "Kita harapkan Indonesia akan menjadi negara yang maju, dan yang berbasis digital," pungkasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD