sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kenali Modus Voice Phising, BRI (BBRI) Ingatkan Nasabah Jaga Kerahasiaan Data Perbankan

Banking editor Kunthi Fahmar Sandy
31/10/2026 12:59 WIB
BRI mengimbau masyarakat untuk mewaspadai berbagai modus kejahatan perbankan.
Kenali Modus Voice Phising, BRI (BBRI) Ingatkan Nasabah Jaga Kerahasiaan Data Perbankan (FOTO:Dok BRI)
Kenali Modus Voice Phising, BRI (BBRI) Ingatkan Nasabah Jaga Kerahasiaan Data Perbankan (FOTO:Dok BRI)


IDXChannel – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau (BBRI) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai berbagai modus kejahatan perbankan.

Selain melalui akun media sosial dan situs palsu yang mengatasnamakan bank, pelaku juga menjalankan aksinya melalui panggilan telepon dengan mengaku sebagai petugas bank.

Modus yang dikenal sebagai voice phishing atau vishing ini bertujuan memperoleh informasi pribadi maupun data rahasia perbankan nasabah. Pelaku biasanya menyampaikan adanya transaksi mencurigakan atau rencana pemblokiran rekening dengan alasan keamanan.

Dengan bahasa yang sopan dan meyakinkan, pelaku berupaya membangun kepercayaan dan menciptakan situasi mendesak agar nasabah mengikuti instruksi tanpa terlebih dahulu memeriksa kebenaran informasi tersebut.

Salah satu pola yang perlu diwaspadai adalah ketika penelepon menginformasikan adanya transaksi mencurigakan, lalu menawarkan bantuan untuk memblokir rekening sementara.

Setelah itu, pelaku meminta kode one-time password (OTP) dengan dalih sebagai bagian dari proses pengamanan rekening. Kode OTP merupakan data rahasia yang tidak boleh diberikan kepada siapa pun karena dapat digunakan untuk mengakses rekening dan melakukan transaksi.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, BRI terus memperkuat sistem keamanan dan edukasi kepada nasabah untuk mengantisipasi perkembangan modus penipuan perbankan.

“BRI terus memperkuat sistem keamanan untuk memberikan perlindungan yang optimal bagi nasabah. Upaya tersebut disertai dengan edukasi secara berkelanjutan agar nasabah semakin cermat mengenali berbagai modus penipuan dan menjaga kerahasiaan data perbankan. BRI tidak pernah meminta nasabah memberikan PIN, password, User ID, kode OTP, maupun kode CVV/CVC kartu melalui telepon atau sarana komunikasi lainnya,” ujar Dhanny.

Untuk menghindari risiko penipuan, masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah pencegahan, antara lain:
1. Jangan pernah memberikan kode OTP, PIN, password, atau data rahasia perbankan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas bank.
2. Jangan terburu-buru mengikuti instruksi apabila menerima telepon mengenai transaksi mencurigakan, pemblokiran rekening, atau persoalan keamanan lainnya.
3. Segera akhiri panggilan yang mencurigakan dan lakukan verifikasi secara mandiri melalui kanal resmi BRI.
4. Periksa aktivitas rekening secara berkala melalui aplikasi BRImo dan aktifkan notifikasi transaksi untuk membantu memantau aktivitas keuangan.
5. Segera lakukan pelaporan apabila telanjur memberikan informasi rahasia atau menemukan transaksi yang tidak dikenal.

Nasabah juga diimbau untuk mengunduh dan memperbarui aplikasi hanya melalui sumber resmi.

Apabila menerima tautan atau arahan untuk memasang aplikasi dari pihak yang mengatasnamakan bank, nasabah diimbau untuk tidak mengikuti instruksi tersebut dan melakukan verifikasi melalui kanal resmi BRI.

“BRI senantiasa mengimbau nasabah untuk menjaga kerahasiaan data pribadi dan data perbankan. Waspadai setiap komunikasi yang mengatasnamakan BRI, terutama apabila disertai permintaan data rahasia atau arahan untuk mengakses tautan tertentu. Pastikan seluruh informasi yang diterima berasal dari kanal resmi BRI yang telah terverifikasi,” ujar Dhanny.

(kunthi fahmar sandy)

Keywords: BRI, BBRI, Vishing, Edukasi

Advertisement
Advertisement