"Apakah itu petani, nelayan, buruh, ART, supir, ojek, dan lain-lain yang bisa mendapatkan rumah berkat kerja keras daripada BRI," katanya.
Sejalan dengan itu, Ara membeberkan soal torehan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang mencatatkan sejarah dalam kebijakan rumah bersubsidi di Indonesia. Pada 2023, capaian FLPP rumah subsidi mencapai 229 ribu unit, dan jumlah itu capaian terbesar sejak 2010 silam. Jumlah itu terus menanjak di pemerintahan terkini.
"Baru setahun pemerintah Presiden Prabowo, tahun 2025, itu kenaikan yang luar biasa yaitu 279 ribu (unit rumah). Jadi ada kenaikan sekitar 50 ribu dalam setahun," kata dia.
Menurutnya, capaian program rumah subsidi membuktikan minat yang tinggi dari kalangan MBR.