Menurut dia, dorongan konsolidasi ini mengemuka di tengah laju ekspansi aset perbankan syariah yang terus mencatatkan kinerja positif sepanjang periode 2023 hingga 2025.
Data OJK mencatat, aset perbankan syariah melonjak dari Rp892,17 triliun pada 2023 menjadi Rp980,30 triliun pada 2024. Tren pertumbuhan berlanjut hingga menembus tonggak bersejarah di atas seribu triliun, yakni mencapai Rp1.067,73 triliun pada penutupan 2025 dengan pangsa pasar aset terkerek di kisaran 7,7 persen.
Momentum pertumbuhan aset tersebut dinilai perlu diimbangi dengan perombakan kelembagaan agar perbankan syariah tidak terfragmentasi dalam skala usaha kecil. Otoritas meyakini pelepasan unit usaha yang tengah bergulir saat ini akan mencetak Bank Umum Syariah (BUS) baru dengan daya jelajah finansial yang mumpuni.
Dian menjelaskan, lahirnya bank syariah berukuran besar merupakan kunci penguatan fondasi industri secara jangka panjang. "Diharapkan proses spin-off yang saat ini sedang berjalan nantinya menghasilkan BUS dengan kapasitas yang cukup besar, sehingga menegaskan komitmen OJK memperkuat struktur industri perbankan syariah," ujar Dian.