"Saya baru tahu ternyata perputaran per hari itu sampai dengan Rp100 juta. Sehingga para pedagang meminta kemudahan mengambil kredit dari Bank DKI. Ketika saya tanya berapa yang akan diambil, Rp500 juta," kata Pramono.
"Bank DKI kalau ada kredit apalagi dengan omzet Rp100 juta dan di Kramat Jati pasti akan dipenuhi, karena apa? Ini pasti klien yang loyal, apalagi kalau melihat wajah-wajahnya ini pedagang sungguhan," sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga menyerahkan dana bantuan total Rp600 juta kepada 121 pedagang dengan rincian Rp5 juta per orang.
Ia berharap pasokan buah di kawasan ini kembali stabil, mengingat ada momen Natal dan Tahun Baru 2026. Apalagi para pedagang sudah ditempatkan di lapak darurat berjarak 100 meter dari pusat kebakaran.
"Tempat ini diasuransikan sehingga berikutnya agar ditangani asuransinya untuk renovasinya. Agar para pedagang segera bisa berjualan, maka ditempatkan di tempat ini yang kurang lebih berjarak 100 meter dari tempat ini," ucap Pramono.