BI menjelaskan bahwa pengembangan QRIS Antarnegara dilakukan dengan memanfaatkan infrastruktur pembayaran domestik masing-masing negara. Dengan pendekatan tersebut, sistem pembayaran yang berbeda dapat saling terhubung tanpa mengharuskan setiap negara menggunakan sistem yang sama.
Ke depannya, BI akan terus memperluas QRIS Antarnegara dengan negara-negara mitra potensial, terutama yang memiliki keterhubungan ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan mobilitas masyarakat yang kuat dengan Indonesia.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BI memperkuat sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal, sekaligus mendorong inklusi ekonomi dan keuangan serta konektivitas ekonomi Indonesia di tingkat regional dan global.
(Kidung Dhia)