sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rusun MBR di Stasiun Manggarai Tawarkan Cicilan hingga 40 Tahun 

Banking editor Iqbal Dwi Purnama
24/08/2026 03:00 WIB
Pemerintah mulai membangun rusun di Stasiun Manggarai, Jakarta, untuk menyediakan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di pusat kota.
Pemerintah membangun rusun di Stasiun Manggarai, Jakarta, untuk menyediakan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di pusat kota. (Foto: Dok. PKP)
Pemerintah membangun rusun di Stasiun Manggarai, Jakarta, untuk menyediakan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di pusat kota. (Foto: Dok. PKP)

IDXChannel - Pemerintah mulai membangun Hunian Terjangkau Manggarai di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, untuk menyediakan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di pusat kota. Hunian vertikal tersebut menggunakan skema rumah susun milik (rusunami) dengan tenor pembiayaan hingga 40 tahun.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengatakan, proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian PKP dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

"Ini adalah kolaborasi bersama BUMN, dalam hal ini PT KAI dan BTN. Di tempat ini Pak Bobby dan Pak Nixon bersama-sama membangun dan membiayai perumahan. Yang mudah-mudahan akan selesai dalam 18 bulan," ujar Maruarar dalam keterangan resmi, Sabtu (22/8/2026).

Maruarar menjelaskan, masyarakat yang memenuhi kriteria MBR nantinya dapat memperoleh berbagai kemudahan dalam kepemilikan hunian tersebut. Salah satunya melalui skema pembiayaan dengan tenor hingga 40 tahun.

Selain tenor panjang, pemerintah menyiapkan sejumlah kemudahan lain, termasuk subsidi biaya proses. Masyarakat bahkan dapat melakukan pemesanan ketika progres pembangunan telah mencapai 20 persen.

Dari sisi perizinan, masyarakat yang memenuhi ketentuan juga mendapatkan kemudahan berupa pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Hunian Terjangkau Manggarai dibangun di atas lahan sekitar 2,1 hektare (ha) milik PT KAI yang berada di kawasan strategis Stasiun Manggarai. Pada tahap awal, pembangunan dilakukan di Blok G dengan luas sekitar 6.900 meter persegi.

Secara keseluruhan, proyek tersebut direncanakan terdiri dari delapan tower. Sebanyak tiga tower di Blok G akan menyediakan 1.276 unit, sedangkan lima tower di Blok F direncanakan memiliki 2.508 unit. Dengan demikian, total hunian yang disiapkan mencapai 3.784 unit.

Setiap tower memiliki 24 lantai dengan pilihan tipe hunian studio seluas 28 meter persegi, tipe 36, dan tipe 45. Lokasi hunian menjadi salah satu keunggulan utama proyek karena berada di kawasan Transit Oriented Development (TOD). Penghuni nantinya dapat mengakses KRL Commuter Line, KA Bandara, dan kereta api antarkota, serta memiliki konektivitas menuju MRT, LRT, dan TransJakarta.

Maruarar menegaskan, meski berada di pusat Jakarta, hunian tersebut tetap diperuntukkan bagi masyarakat yang menjadi sasaran program pemerintah. Calon penghuni harus memenuhi ketentuan MBR sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PKP Nomor 5 Tahun 2025 mengenai kriteria dan persyaratan untuk memperoleh kemudahan pembangunan serta perolehan rumah.

"Yang penting adalah bagaimana rumah ini diberikan kepada masyarakat yang menjadi sasaran program," kata Maruarar.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin mengatakan, pemanfaatan aset perusahaan untuk proyek tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. Menurut dia, Hunian Terjangkau Manggarai mengusung tiga prinsip, yakni layak, terjangkau, dan berkelanjutan.

"Kita ingin menyediakan hunian di tengah kota yang berkualitas dan terjangkau bagi MBR. Kita akan terus menjaga supaya yang menempati adalah MBR sesuai ketentuan yang ditetapkan dalam Permen PKP," ujar Bobby.

Selain hunian, kawasan tersebut juga akan dilengkapi sekitar 150 unit ruang usaha atau retail untuk mendukung kebutuhan penghuni.

Proyek Hunian Terjangkau Manggarai diharapkan menjadi salah satu model penyediaan rumah bagi MBR di pusat perkotaan dengan memanfaatkan aset BUMN sekaligus mengintegrasikan hunian dengan transportasi publik.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement