OJK memproyeksikan kinerja sektor PPDP hingga akhir 2026 tetap tumbuh positif, meskipun lebih moderat dibandingkan target yang ditetapkan pada awal tahun seiring dengan meningkatnya tekanan pada perekonomian global yang berdampak pada pasar keuangan. Pertumbuhan program asuransi diproyeksikan sebesar 2-4 persen dan dana pensiun 4-6 persen, sementara aset industri penjaminan diproyeksikan tumbuh lebih tinggi sebesar 28-30 persen.
Sementara itu, piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan (PP) tumbuh sebesar 1,68 persen yoy pada Agustus 2026 menjadi Rp514,08 triliun, didukung peningkatan pembiayaan modal kerja sebesar 5,40 persen yoy.
Profil risiko Perusahaan Pembiayaan terjaga dengan rasio Non Performing Financing (NPF) gross tercatat sebesar 3,04 persen dan NPF net sebesar 0,83 persen. Gearing ratio PP tercatat sebesar 2,04 kali dan berada di bawah batas maksimum sebesar 10 kali.
Pembiayaan modal ventura pada Agustus 2026 tumbuh 1,05 persen yoy, dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp16,50 triliun. Pada industri Lembaga Keuangan Mikro, penyaluran pembiayaan pada Agustus 2026 terkontraksi 0,33 persen yoy menjadi sebesar Rp1,05 triliun.
Di sisi lain, simpanan tumbuh 7,70 persen yoy menjadi sebesar Rp0,63 triliun.