Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juni 2026 mencatat jumlah rekening dolar AS melesat 185,5 persen secara year on year (YoY).
Sejalan dengan tren tersebut, total nominal simpanan valas bertumbuh dua digit hingga mencapai Rp1.741,46 triliun, atau naik 19,5 persen YoY.
Menurut Winang, lonjakan simpanan valas ini dipicu oleh dorongan pemilik modal untuk mencari aset lindung nilai (hedging) di tengah dinamika pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
"Karena rupiah melemah, masyarakat mencari rasa aman dengan menyimpan uangnya dalam bentuk dolar," kata Winang.
Meski begitu, Winang menambahkan, pengalihan instrumen simpanan ini tidak mengubah esensi perputaran uang secara mendasar, melainkan menjadi langkah preventif nasabah dalam menjaga nilai riil aset mereka.