AALI
9800
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
785
ACES
1485
ACST
300
ACST-R
0
ADES
1685
ADHI
1105
ADMF
8175
ADMG
165
ADRO
1180
AGAR
436
AGII
1100
AGRO
995
AGRO-R
0
AGRS
308
AHAP
73
AIMS
366
AIMS-W
0
AISA
296
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
488
AKRA
3120
AKSI
800
ALDO
795
ALKA
244
ALMI
244
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/04/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
475.19
-1.04%
-5.00
IHSG
5993.24
-0.75%
-45.08
LQ45
892.79
-1.08%
-9.77
HSI
28621.92
-1.76%
-513.81
N225
28508.55
-2.03%
-591.83
NYSE
0.00
-100%
-16107.56
Kurs
HKD/IDR 1,867
USD/IDR 14,505
Emas
832,144 / gram

7.700 Vaksin Tahap Dua untuk Lansia dan Pelayan Publik Siap Disuntikkan

ECONOMICS
Haryudi/Koran Sindo
Selasa, 09 Maret 2021 07:50 WIB
Sebanyak 7.700 vaksin tahap dua siap disuntikan pada lansia dan pelayan publik.
7.700 Vaksin Tahap Dua untuk Lansia dan Pelayan Publik Siap Disuntikkan (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, terima vaksin dalam kemasan multi dus. Sebanyak 7.700 vaksin tahap dua siap disuntikan pada lansia dan pelayan publik. 

Satu file vaksin bisa digunakan sebanyak sembilan orang, vaksin untuk lansia dan pelayan publik ini diantar PT. Pos Logistik diterima oleh Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Achmad Zainudin, Senin (8/3/2021). 

“Telah datang kembali vaksin sejumlah 7.700 file. Sekarang ini dalam kemasan multi dus, jadi 1 file itu bisa digunakan sebanyak sembilan orang. Vaksinasi untuk lansia dan pelayanan publik sekarang berproses terus. Kemarin kita lakukan di wilayah Bogor Barat, hari ini kita di Kantor Kejaksaan, Kantor Inspektorat dan Kantor Pengadilan Negeri Cibinong,” katanya. 

Dia menambahkan, kalau untuk tambahan vaksin, sampai saat ini kita masih tunggu karena saat ini kita masih membutuhkan. Perlu diketahui bahwa Kabupaten Bogor terdapat 4,2 juta orang yang harus divaksin, artinya dikalikan dua, jadi sekitar 8 juta 400 dosis yang kita butuhkan. 

“Untuk tenaga kesehatan (Nakes) Alhamdulillah, 97,6% sudah dilaksanakan vaksin. Sisanya tidak tervaksin karena pertama ada penyintas, kemudian juga ada yang terpapar covid,” paparnya. 

Sebetulnya, pelaksanaan vaksin ini bersinergi mengingat tim vaksinator kami terbatas, sedangkan di Kabupaten Bogor, jumlah pelayanan publik juga sangat banyak.  

"Mudah-mudahan untuk area vaksinasi jika memungkinkan dalam satu lokasi disatukan. Namun tetap kita lihat secara representatif, artinya yang sesuai dengan standar protokol kesehatan, ini sedang kita susun. 

“Kita inginnya seluruh Perangkat Daerah ikut berperan aktif dalam menyosialisasikan kegiatan vaksinasi di Kabupaten Bogor. Jangan sampai sudah kita jadwalkan, kemudian mereka enggan untuk hadir, jangan sampai seperti itu,” harapnya.

(Sandy)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD