"Di sinilah kami berusaha untuk mengawinkan potensi lokal, kawasan transmigrasi dengan investasi atau masuknya industri yang juga sekali lagi, jika bertemu di tengah, ini bisa menghadirkan peluang ekonomi yang juga sangat baik," kata AHY.
"Peran (Kementerian) Transmigrasi menjadi semakin sentral karena (Kementerian) Transmigrasi bukan mengurusi orang demi orang, tapi juga termasuk mengintegrasikan antara potensi, peluang, dengan sumber daya yang juga harus terus dikembangkan," ujar dia.
Terkini, kata AHY, Kemenko IPK sedang menggarap potensi ekonomi lokal dari kawasan transmigrasi di Parigi Moutong. Dia membeberkan soal minat China akan durian asal Sulawesi Tengah tersebut.
Ke depan, Indonesia bakal mengekspor durian dengan nilai ekonomi yang prospektif.
"Ada kawasan (transmigrasi) yang punya potensi untuk pertanian, komoditas perkebunan, yang bukan hanya punya potensi di tingkat lokal, bahkan menjadi komoditas ekspor unggulan. Ekspor durian yang dalam kurun waktu 3 bulan bernilai Rp400 miliar, dan artinya dalam satu tahun bisa lebih dari Rp1 triliun diekspor ke Tiongkok," ujar AHY.
(Dhera Arizona)