sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

APBN Jawa Barat 2025 Catat Surplus Rp26,43 Triliun, Pendapatan Negara Tumbuh 6,44 Persen

Economics editor Shifa Nurhaliza Putri
26/01/2026 17:50 WIB
Kinerja APBN Regional Jawa Barat hingga akhir 2025 tercatat tetap sehat dan menjadi penopang utama perekonomian daerah.
APBN Jawa Barat 2025 Catat Surplus Rp26,43 Triliun, Pendapatan Negara Tumbuh 6,44 Persen. (Foto:
APBN Jawa Barat 2025 Catat Surplus Rp26,43 Triliun, Pendapatan Negara Tumbuh 6,44 Persen. (Foto:

IDXChannel - Kinerja APBN Regional Jawa Barat hingga akhir 2025 tercatat tetap sehat dan menjadi penopang utama perekonomian daerah. Pendapatan negara terealisasi Rp145,65 triliun atau 95,99 persen dari target, tumbuh 6,44 persen secara tahunan. Sementara belanja negara mencapai Rp119,22 triliun atau 96,88 persen dari pagu, sehingga APBN Jawa Barat mencatatkan surplus Rp26,43 triliun.

Penerimaan pajak masih menjadi kontributor utama dengan realisasi Rp109,01 triliun atau 92,47 persen dari target dan tumbuh 8,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja positif tersebut didukung peningkatan kepatuhan wajib pajak serta perbaikan sistem administrasi perpajakan.

Kontribusi Kanwil DJP Jawa Barat III tercermin dari penerimaan pajak neto sebesar Rp28,1 triliun, meningkat dari Rp26,6 triliun pada 2024. Penerimaan PPh Badan mencapai Rp4,3 triliun atau tumbuh 9,0 persen, sementara PPh Orang Pribadi tumbuh signifikan sebesar 34,7 persen menjadi Rp0,6 triliun. Penerimaan PPN dan PPnBM terealisasi Rp14,8 triliun dengan pertumbuhan 1,5 persen, meski PBB tercatat mengalami kontraksi 7 persen.

Selain pajak, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp28,52 triliun atau 100,70 persen dari target, didominasi oleh cukai. Sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) menunjukkan kinerja sangat kuat dengan realisasi Rp8,12 triliun atau 146,64 persen  dari target.

Di sisi belanja, APBN difokuskan untuk mendukung pelayanan publik dan pembangunan daerah melalui belanja K/L sebesar Rp43,22 triliun serta penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) senilai Rp76,01 triliun. Berbagai program prioritas nasional terus berjalan, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis yang menjangkau lebih dari 11 juta penerima manfaat, dukungan perumahan melalui FLPP sekitar 62 ribu unit, hingga penyaluran KUR Rp28,61 triliun kepada lebih dari 500 ribu debitur.

Di tengah tantangan ekonomi global, perekonomian Jawa Barat tetap tumbuh solid. Pada triwulan III 2025, ekonomi Jawa Barat tumbuh sekitar 5,2 persen secara tahunan dengan inflasi terjaga di level 2,63 persen. Kinerja perdagangan juga mencatatkan surplus, mencerminkan daya saing ekonomi daerah yang tetap kuat.

Secara keseluruhan, APBN terus berperan sebagai instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi daya beli masyarakat. Pengelolaan APBN yang hati-hati dan responsif diharapkan dapat terus mendukung keberlanjutan fiskal serta pertumbuhan ekonomi Jawa Barat ke depan.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement