IDXChannel - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memaparkan realisasi sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sekaligus outlook 2026 yang telah disahkan pada Kamis (8/1/2026).
Data tersebut menunjukkan tekanan fiskal yang kian nyata, ditandai oleh penurunan pendapatan negara di tengah belanja yang tetap ekspansif. Kondisi ini mendorong pelebaran defisit anggaran dan berpotensi memberikan tekanan lanjutan terhadap nilai tukar rupiah.
Tekanan tersebut mulai terlihat pada perdagangan Jumat (9/1/2026), ketika rupiah melemah 0,13 persen ke level Rp16.819 per USD, menandai posisi terlemah sejak April 2025.
"Pelebaran defisit anggaran sendiri berpotensi memberikan sentimen negatif bagi nilai tukar rupiah," tulis Stockbit dalam risetnya Kamis (8/1/2026)
Sepanjang 2025, pendapatan negara tercatat turun 3,3 persen secara tahunan (YoY) dan baru mencapai sekitar 92 persen dari target APBN 2025. Pelemahan ini terutama berasal dari penerimaan pajak yang turun 0,7 persen YoY dan hanya terealisasi 88 persen dari target.