Defisit Mendekati Batas
Kombinasi pendapatan yang melemah dan belanja yang tetap ekspansif menghasilkan defisit APBN 2025 sebesar 2,92 persen terhadap PDB. Angka ini mendekati batas maksimum defisit yang diizinkan regulasi di level 3 persen terhadap PDB.
Defisit tersebut juga lebih tinggi dibandingkan target awal APBN 2025 sebesar 2,53 persen terhadap PDB, outlook APBN 2025 di level 2,78 persen, serta defisit APBN 2024 yang tercatat 2,29 persen terhadap PDB. Sementara itu, APBN 2026 menargetkan defisit yang sedikit lebih rendah, yakni 2,68 persen terhadap PDB.
Menurut Stockbit, penurunan defisit pada 2026 sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah mendorong lonjakan penerimaan negara, khususnya pajak. Jika realisasi penerimaan kembali meleset, ruang fiskal akan semakin sempit dan kebutuhan pembiayaan berpotensi meningkat.
Dengan tekanan fiskal yang masih berlanjut serta tantangan global yang belum mereda, rupiah berpotensi tetap berada dalam tren pelemahan, terutama jika realisasi penerimaan APBN 2026 kembali berada di bawah target.
(DESI ANGRIANI)