sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Defisit APBN Melebar, Rupiah Diproyeksi Makin Tertekan

Market news editor Desi Angriani
10/01/2026 08:00 WIB
Rupiah melemah 0,13 persen ke level Rp16.819 per USD pada Jumat (9/1/2026), menandai posisi terlemah sejak April 2025.
Defisit APBN Melebar, Rupiah Diproyeksi Makin Tertekan (Foto: iNews Media Group)
Defisit APBN Melebar, Rupiah Diproyeksi Makin Tertekan (Foto: iNews Media Group)

Defisit Mendekati Batas

Kombinasi pendapatan yang melemah dan belanja yang tetap ekspansif menghasilkan defisit APBN 2025 sebesar 2,92 persen terhadap PDB. Angka ini mendekati batas maksimum defisit yang diizinkan regulasi di level 3 persen terhadap PDB.

Defisit tersebut juga lebih tinggi dibandingkan target awal APBN 2025 sebesar 2,53 persen terhadap PDB, outlook APBN 2025 di level 2,78 persen, serta defisit APBN 2024 yang tercatat 2,29 persen terhadap PDB. Sementara itu, APBN 2026 menargetkan defisit yang sedikit lebih rendah, yakni 2,68 persen terhadap PDB.

Menurut Stockbit, penurunan defisit pada 2026 sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah mendorong lonjakan penerimaan negara, khususnya pajak. Jika realisasi penerimaan kembali meleset, ruang fiskal akan semakin sempit dan kebutuhan pembiayaan berpotensi meningkat.

Dengan tekanan fiskal yang masih berlanjut serta tantangan global yang belum mereda, rupiah berpotensi tetap berada dalam tren pelemahan, terutama jika realisasi penerimaan APBN 2026 kembali berada di bawah target.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement