sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp16.780 per USD, Ini Sederet Sentimennya

Market news editor Nia Deviyana
07/01/2026 15:45 WIB
Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Rabu (7/1/2026). Kurs rupiah turun 22 poin atau 0,13 persen ke level Rp16.780 per USD.
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp16.780 per USD, Ini Sederet Sentimennya. Foto: iNews Media Group.
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp16.780 per USD, Ini Sederet Sentimennya. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Rabu (7/1/2026). Kurs rupiah turun 22 poin atau 0,13 persen ke level Rp16.780 per USD.

Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan sederet sentimen eksternal maupun internal memengaruhi pelemahan rupiah pada hari ini.

Dari eksternal, Gubernur Fed Stephen Miran menilai aktivitas bisnis AS solid dan membenarkan perlunya suku bunga yang lebih rendah. Bertentangan dengan pendapatnya, Presiden Fed Richmond Thomas Barkin menyatakan bahwa suku bunga dana Fed berada dalam level netral, artinya tidak memberi dorongan maupun menghambat aktivitas ekonomi.

Kontrak berjangka dana Fed masih memperkirakan sekitar 82 persen kemungkinan suku bunga tetap stabil pada pertemuan bank sentral AS berikutnya pada 27 hingga 28 Januari, menurut alat CME FedWatch. 

Namun demikian, ketegangan geopolitik yang terus-menerus dan ekspektasi adanya dua kali pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) tahun ini terus mendukung kenaikan harga emas secara lebih luas, menjaga harga tetap berada di sekitar rekor tertinggi.

"Investor mengamati data penggajian non-pertanian untuk Desember, yang akan dirilis Jumat, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang suku bunga. Kekuatan pasar tenaga kerja merupakan pertimbangan utama bagi Federal Reserve dalam mengubah suku bunga," tulis Ibrahim dalam risetnya.

Invasi AS ke Venezuela juga tetap menjadi poin penting yang perlu diwaspadai pasar. Presiden AS Donald Trump mengatakan Caracas telah setuju untuk memasok antara 30 juta hingga 50 juta barel minyak ke Amerika Serikat, setelah Washington menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro akhir pekan lalu.

Perselisihan diplomatik antara Jepang dan China juga meningkat pekan ini setelah Beijing membatasi ekspor barang-barang dengan potensi aplikasi militer ke Jepang.

Dari dalam negeri, beberapa sentimen positif belum mampu mengangkat mata uang rupiah.

Pemeringkat international seperti IMF dan Bank Dunia serta Bank Indonesia memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 dikisaran 5 persen. 

Di sisi lain, Menteri Kuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6 persen, angka tersebut tidak sulit tercapai karena pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement