IDXChannel - Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Rabu (8/7/2026) dan kembali menembus level Rp18.000 per USD. Melansir Bloomberg, mata uang Garuda turun 34 poin atau 0,19 persen ke level Rp18.014 per USD.
Pengamat Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah lantaran tertekan sentimen ganda dari eksternal maupun dalam negeri.
Komando Pusat AS (Centcom) mengatakan telah memulai serangkaian serangan balasan atas serangan Teheran terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz. Kembalinya permusuhan dan tanda-tanda masalah yang lebih besar di Hormuz kembali memicu kekhawatiran tentang gangguan pasokan di Timur Tengah.
“Serangan tersebut juga terjadi tak lama setelah AS menarik konsesi penting yang memungkinkan Iran untuk menjual minyak secara internasional, sebuah langkah yang dapat menandai pasar minyak yang lebih ketat dalam beberapa minggu mendatang,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Babak permusuhan baru ini berpotensi merusak kesepakatan yang sebelumnya diklaim berjalan sesuai rencana. Pembicaraan perdamaian di masa depan antara kedua negara kini semakin tidak pasti.