sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Neraca Dagang RI Defisit, Rupiah Ditutup Melemah Dekati Level Rp18 Ribu per USD

Market news editor Anggie Ariesta
01/07/2026 16:19 WIB
Mata uang Garuda turun 45 poin atau sekitar 0,25 persen ke level Rp17.952 per USD.
Neraca Dagang RI Defisit, Rupiah Ditutup Melemah Dekati Level Rp18 Ribu per USD. Foto: iNews Media Group.
Neraca Dagang RI Defisit, Rupiah Ditutup Melemah Dekati Level Rp18 Ribu per USD. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (1/7/2026). Mata uang Garuda turun 45 poin atau sekitar 0,25 persen ke level Rp17.952 per USD.

Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai salah satu sentimen yang mendorong pelemahan rupiah yaitu data-data ekonomi dalam negeri di mana Neraca Perdagangan Indonesia pada Mei 2026 defisit USD1,61 miliar. 

Kondisi defisit disebabkan nilai impor yang lebih tinggi dari ekspor, yakni sebesar USD24,81 miliar, sedangkan ekspor RI USD23,20 miliar. Ini adalah defisit pertama RI sejak surplus selama 72 bulan beruntun sejak Mei 2020.

“Defisit pada Mei 2026 disebabkan pada komoditas migas yang defisit USD3,76 miliar dengan penyumbang defisit komoditas migas hasil minyak dan minyak mentah. Adapun dari catatan BPS, impor memang meningkat hingga 22,16 persen jika dibandingkan Mei 2025. BPS mencatat impor migas sebesar USD4,51 miliar meningkat 70,78 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Impor nonmigas USD20,30 miliar atau naik 14,69 persen. Impor tahunan didorong impor nonmigas dengan andil 12,95 persen,” tulis Ibrahim dalam risetnya. 

Selain itu, inflasi tahunan pada Juni 2026 berada di level 3,34 persen (YoY). Kelompok pengeluaran makanan, perawatan pribadi, hingga transportasi menjadi penyumbang utama inflasi pada periode tersebut. Realisasi inflasi ini sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,27 pada kondisi Juni 2025 menjadi 111,89 pada kondisi Juni 2026 yang menunjukkan peningkatan dalam satu tahun terakhir tetapi tetap berada dalam kisaran target Bank Indonesia.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement