IDXChannel - Kurs rupiah kembali mencatatkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di awal sesi perdagangan penutup pekan ini, Jumat (7/8/2026).
Berdasarkan data dari Refinitiv pada pembukaan pasar hari ini, mata uang Garuda mengalami apresiasi tipis sebesar 0,03 persen menjadi Rp17.905 per dolar AS.
Tren penguatan pada pagi hari ini melanjutkan performa rupiah yang sukses menutup perdagangan di zona hijau selama dua hari berturut-turut sebelumnya. Tercatat pada Kamis (6/8/2026), nilai tukar rupiah parkir dengan penguatan 0,08 persen ke level Rp17.910 per dolar AS, setelah pada Rabu juga ditutup naik sebesar 0,50 persen.
Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) yang melacak pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama global, terpantau naik tipis 0,03 persen ke level 99,956.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa stabilitas mata uang Garuda turut disokong oleh performa ekonomi nasional yang melampaui proyeksi awal. Perolehan tersebut dianggap mencerminkan ketahanan aktivitas domestik yang solid di tengah tantangan ekonomi global.