IDXChannel - Laporan Citi Research menyebut kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin oleh Federal Reserve (The Fed) minggu ini menandai pergeseran ke arah kebijakan hawkish yang berisiko mendorong pasar perumahan AS semakin dalam ke jurang kontraksi, serta membuat pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI).
Bank sentral menaikkan kisaran target kebijakannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen hingga 4 persen, di mana Ketua The Fed Kevin Warsh menggambarkan langkah tersebut sebagai upaya mengurangi "dosis akomodasi."
Warsh secara eksplisit mengaitkan kenaikan biaya energi dengan kenaikan suku bunga ini dan mengisyaratkan kemungkinan pengetatan lebih lanjut, seraya mencatat bahwa tindakan tersebut menunjukkan keseriusan bank sentral.
Prakiraan dasar Citi mengasumsikan bahwa inflasi yang melandai akan membuat The Fed menahan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang sebelum akhirnya mulai memangkas suku bunga tahun depan.
Namun, para analis memperingatkan bahwa kemungkinan adanya kenaikan suku bunga lagi dalam waktu dekat—yang berpotensi terjadi awal Oktober—telah meningkat menyusul komentar hawkish Warsh setelah pertemuan tersebut.