"Jadi kalau negara-negara lain mau (memberikan) pandangan lain untuk kita, hati-hati. Saya juga mungkin memikirkan untuk gas, saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga. Karena kan harus survival kan, harus memenuhi dulu kebutuhan dalam negeri ya," tuturnya.
Sebelumnya, wacana penghentian kontrak ekspor gas ke Singapura beredar di tengah terbatasnya pasokan gas di dalam negeri, terutama yang melalui pipa. Saat ini, pemasok gas seperti Medco E&P Grissik memiliki kontrak ekspor gas ke Singapura yang berakhir pada 2028.
Berdasarkan data SKK Migas, Indonesia memasok hampir 60 persen kebutuhan gas Singapura, terutama dari Pulau Sumatera (Blok Corridor dan Blok Jabung) dan Laut Natuna Barat.
(Rahmat Fiansyah)