IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyiapkan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif liquefied petroleum gas (LPG) untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.
Bahlil mengatakan pemanfaatan CNG menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mengoptimalkan potensi gas alam dalam negeri sekaligus menekan kebutuhan impor LPG yang mencapai sekitar 7 juta–8 juta ton per tahun.
"Kita lagi meminta mereka membuat alternatif selain LPG, yaitu CNG. Ini sebenarnya sudah dipakai, karena ini hampir sama dengan jargas (jaringan gas)," kata Bahlil saat memberikan sambutan dalam peresmian operasi kilang LPG PT Energi Nusantara Perkasa di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026).
Menurut Bahlil, CNG telah digunakan di sejumlah sektor usaha, termasuk restoran dan hotel. Selain memanfaatkan sumber gas domestik, penggunaan CNG dinilai memiliki keunggulan dari sisi harga.
Dia menyebut harga CNG dapat lebih murah sekitar 30–40 persen dibandingkan LPG. Dengan memanfaatkan gas yang tersedia di dalam negeri, pemerintah berharap ketergantungan terhadap LPG impor dapat dikurangi secara bertahap.