AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Bandara Komodo Siap Beroperasi Sebelum GP Mandalika dan G20 di Bali

ECONOMICS
Ichsan Amin
Jum'at, 26 November 2021 10:13 WIB
Pengembangan Bandara Komodo ditargetkan bisa selesai sebelum perhelatan GP 2022 yang direncanakan digelar pada Maret 2022.
Bandara Komodo Siap Beroperasi Sebelum GP Mandalika dan G20 di Bali
Bandara Komodo Siap Beroperasi Sebelum GP Mandalika dan G20 di Bali

IDXChannel - Pengembangan Bandara Komodo ditargetkan bisa selesai sebelum perhelatan GP 2022 yang direncanakan digelar pada Maret 2022.

Kepala Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) Komodo, Hariyanto mengatakan, akan ada banyak even tahun depan yang memberi efek bertambahnya pergerakan penumpang di Bandara Komodo.

“Pertama ada Grand Prix 2022 yang digelar di Mandalika, dan kedua ada rangkaian pertemuan G20 di Bali yang puncaknya pada November 2022. Perhelatan GP 2022 dan Pertemuan G20 akan memberikan dampak pada sektor pariwisata di Labuan Bajo,” ujar Hariyanto pada pertemuan bersama wartawan di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Kamis (25/11/2021).

Hariyanto menjelaskan, anggaran yang disiapkan dan bisa terserap sebelum dua perhelatan besar itu, sebanyak Rp117 miliar yang berasal dari APBN.

“Untuk akhir tahun bisa terserap RP65 miliar, sedangkan Sisanya tahun 2022 sebesar Rp52 miliar untuk perpanjangan runway dan pengembangan terminal,” ungkapnya.

Pengembangan terminal dilakukan dengan perluasan area check in bandara dengan kapasitas per tahun bisa mencapai pergerakan satu juta penumpang. Adapun pengembangan sisi runway berupa perpanjangan dari 2.450 meter menjadi 2.650.

“Dengan perpanjangan runway ini, bisa lebih leluasa untuk pesawat-pesawat narrow body,” ungkapnya. Pengembangan bandara ini dilakukan melalui PT Pembangunan Perumahan dengan masa kerja kontruksi 150 hari.

“Pengerjaan itu dilakukan PT Pembangunan Perumahan (PP) dengan masa kerja 150 hari kerja, plus 180 masa pemeliharaan,” pungkasnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD