IDXChannel - Pemerintah membuka peluang untuk memperpanjang masa penyaluran program bantuan sosial (bansos) pangan selama dua bulan ke depan.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdani menyatakan, pihaknya telah mengusulkan agar distribusi bantuan tersebut kembali dijalankan untuk periode Juni dan Juli 2026.
"Komisi IV (DPR) sudah menyetujui dan mudah-mudahan juga disetujui oleh pemerintah pusat," ujar Rizal dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Merujuk pada skema periode sebelumnya, Bulog mengusulkan agar setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan beras sebanyak 10 kg per bulan. Dengan demikian, akumulasi bantuan yang akan diterima setiap keluarga mencapai 20 kg untuk total dua bulan tersebut.
"Per bulannya 10 kg, jadi kita akan distribusikan 20 kg selama dua bulan itu," kata Rizal.
Sebagai informasi, pemerintah sebelumnya telah merampungkan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan Minyakita pada periode Februari-Maret 2026.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman sempat menyebutkan program bantuan tersebut menyasar hingga 33,2 juta KPM.
"Bapanas kembali melaksanakan langkah strategis, salah satunya penyaluran bantuan pangan 10 kg dan 2 liter Minyakita selama dua bulan bagi 33,2 juta KPM," ujar Amran.
Cakupan jumlah penerima tersebut mengalami peningkatan drastis sebesar 81,9 persen jika dibandingkan dengan program serupa sebelumnya yang hanya menyasar 18,2 juta KPM tiap bulannya. Untuk teknis distribusinya, bantuan pangan ini akan disalurkan sekaligus untuk periode dua bulan.
Dalam prosesnya, Bulog bakal menggelontorkan stok beras sebanyak 664.800 ton dan minyak goreng sebesar 132.900 kiloliter, dengan dukungan anggaran negara yang mencapai Rp11,92 triliun.
(Dhera Arizona)