AALI
12775
ABBA
196
ABDA
0
ABMM
3250
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4850
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
190
ADRO
3320
AGAR
356
AGII
1950
AGRO
965
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
62
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
158
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
1035
AKSI
232
ALDO
930
ALKA
302
ALMI
288
ALTO
195
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
545.43
1.17%
+6.31
IHSG
6947.67
1.82%
+124.33
LQ45
1020.69
1.24%
+12.49
HSI
20502.48
1.9%
+381.80
N225
26708.55
1.16%
+305.71
Kurs
HKD/IDR 1,875
USD/IDR 14,728
Emas
870,824 / gram

Banyak Tarif Naik Termasuk Bahan Bakar, Sektor Pelayaran Usul Ada Penyesuaian Tarif

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Jum'at, 13 Mei 2022 19:40 WIB
Naiknya sejumlah tarif ditambah naiknya harga bahan bakar di seluruh dunia dinilai memberatkan sektor usaha perlayaran.
Banyak Harga Naik Termasuk Bahan Bakar, Sektor Pelayaran Usul Ada Penyesuaian Tarif. (Foto: MNC Media)
Banyak Harga Naik Termasuk Bahan Bakar, Sektor Pelayaran Usul Ada Penyesuaian Tarif. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Naiknya sejumlah tarif ditambah naiknya harga bahan bakar di seluruh dunia dinilai memberatkan sektor usaha perlayaran. Hal itu dilatarbelakangi perkembangan situasi dan kondisi ekonomi dunia sebagai dampak pandemik covid 19 dan perang Ukraina.

Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan, kenaikan harga minyak mentah dan batubara di pasar Internasional telah berdampak pada harga BBM dalam negeri termasuk BBM untuk kapal laut. Hal ini mengakibatkan meningkatnya biaya operasional pelayaran niaga, karena biaya BBM merupakan komponen biaya yang paling besar (30 persen-40 persen) dalam struktur operasional kapal.
 
Meski harga BBM kapal sudah naik, harga freight untuk angkutan laut pada sektor energi (minyak, gas dan batubara) di dalam negeri belum mengalami penyesuaian. Justru harga freight untuk angkutan laut luar negeri yang sudah lebih dulu terjadi penyesuaian dengan market  freight internasional.
 
"Selain harga BBM, kini beban pelayaran kian bertambah karena terjadi penaikan tarif di jasa kepelabuhanan, yang juga berdampak pada sektor angkutan petikemas dan general cargo. Untuk angkutan curah, minyak, gas dan penunjang lepas pantai memang belum ada penyesuaian freight pelayaran sekarang," ujar Carmelita, Jumat (13/05/2022).
 
Kondisi ini berbanding terbalik saat terjadi penurunan harga minyak mentah dan batubara beberapa waktu lalu, yang mana perusahaan minyak, gas dan batubara secara serta merta melakukan penyesuaian harga freight agar lebih kompetitif menyesuaikan kondisi yang terjadi. Mau tidak mau perusahaan pelayaran harus menyesuaikan harga freight daripada perusahaan pengguna jasa melakukan early termination contract secara sepihak.
 
Sementara, Wakil Ketua Umum II DPP INSA Darmadi Go mengatakan kondisi ini berdampak pada perusahaan pelayaran yang harus mengajukan permohonan untuk melakukan restructure loan dengan pihak bank, karena penurunan revenue berdampak pada kemampuan cashflow operasional perusahaan untuk membayar kewajiban kepada bank, ditambah lagi dengan term pembayaran yang tertunda.
 
“Seiring naiknya harga minyak, gas dan batubara idealnya harga freight angkutan laut disesuaikan dan atau paling tidak penyesuaian harga freightnya dikembalikan kepada  kontrak awalnya yang mana telah ditetapkan melalui proses tender secara terbuka,” ungkapnya.

Darmadi menambahkan, freight pelayaran tidak mengalami perubahan yang signifikan, karena tidak ada penyesuaian tarif angkutan dari SKK Migas maupun dari perusahaan penambang minyak dan batubara selaku mitra kerja pelayaran nasional.

“Seyogyanya kita saling terbuka dan menghargai isi kontrak dengan prinsip kesetaraan terutama dalam melakukan penyesuaian harga freight pada angkutan minyak, gas dan batubara,” tuturnya.
 
Minyak mentah dunia merupakan komoditas yang mengalami fluktuasi harga tajam di saat pandemi. Sempat tertekan di awal pandemi, harga minyak mentah dunia perlahan terus merangkak naik di 2021.
 
Minyak jenis Brent melesat 50,12 persen sepanjang 2021, sedangkan pada jenis light sweet (West Texas Intermediate/WTI) harganya melonjak 55 persen. Penaikan ini merupakan yang tertinggi sejak 2016 silam. Penguatan harga minyak mentah dunia terus berlanjut hingga 2022.

Hal yang sama terjadi komoditas batu bara. Harga batu bara dunia meroket 85,63 persen sepanjang tahun 2021 dan ditutup di USD151,75 per ton. Tren penaikan harga batu bara ini masih juga berlanjut pada awal tahun ini. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD