sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bidik Perluasan Pasar Ekspor, Airlangga Soroti Percepatan Implementasi 3 CEPA Ini

Economics editor Nia Deviyana
14/10/2026 16:32 WIB
Perjanjian yang menjadi perhatian utama antara lain tiga macam CEPA atau FTA yang akan diimplementasikan dalam waktu dekat.
Bidik Perluasan Pasar Ekspor, Airlangga Soroti Percepatan Implementasi 3 CEPA Ini. Foto: iNews Media Group.
Bidik Perluasan Pasar Ekspor, Airlangga Soroti Percepatan Implementasi 3 CEPA Ini. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel -  Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terus memperkuat berbagai perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) yang telah maupun akan diimplementasikan guna membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia. 

Perjanjian yang menjadi perhatian utama antara lain tiga macam CEPA atau FTA yang akan diimplementasikan dalam waktu dekat, yakni Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA), Indonesia-Canada CEPA (I-CA CEPA), dan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa Pemerintah mendorong agar keberadaan CEPA dan FTA tidak berhenti pada tersedianya akses preferensial semata, tetapi diterjemahkan menjadi peningkatan nyata utilisasi oleh eksportir Indonesia.

“Sejumlah perjanjian perdagangan memberikan peluang untuk memperluas pasar melalui penurunan atau penghapusan tarif, peningkatan kepastian akses pasar, serta pembukaan peluang perdagangan pada produk yang sebelumnya menghadapi tarif relatif tinggi,” ungkap Airlangga.

Berdasarkan beberapa analisis dampak FTA/CEPA, I-EU CEPA berpotensi memberikan dampak peningkatan ekspor Indonesia hingga USD10,9 miliar, I-CA CEPA berpotensi meningkatkan ekspor sekitar USD1,6 miliar, dan I-EAEU FTA sekitar USD2,2 milar – USD2,89 miliar. 

Angka tersebut menunjukkan bahwa perjanjian perdagangan tidak hanya memberikan manfaat berupa penurunan tarif, tetapi juga membuka ruang ekspansi perdagangan yang dapat diarahkan pada komoditas yang memiliki kapasitas produksi dan potensi permintaan di negara mitra. 

Menko Airlangga menjelaskan bahwa berdasarkan hasil Export Potential Analysis menunjukkan bahwa pemanfaatan CEPA/FTA dapat diarahkan pada sejumlah komoditas yang memiliki exsport gap cukup besar. Export gap tersebut diperoleh dari selisih antara nilai ekspor existing (saat ini) dengan nilai ekspor yang secara potensial masih bisa dicapai di pasar mitra. 

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement