Tanggung jawab ID FOOD tidak hanya terbatas pada sektor produksi, melainkan juga bertindak sebagai penampung hasil tani, peternakan, dan perikanan, sekaligus menggerakkan proses pengolahan, tata niaga, serta jalur distribusi logistik pangan.
"Dengan demikian, ID FOOD memiliki multiplier effect yang luas terhadap berbagai pelaku ekonomi, mulai dari petani, peternak, nelayan, supplier, distributor, merchant UMKM, hingga konsumen. Karena itu, semakin efficient dan connected ekosistem ID FOOD, semakin besar pula kontribusinya dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan perekonomian nasional," kata Nixon.
Nixon menambahkan, pengembangan jaringan Warung Pangan menjadi salah satu potensi besar yang dimiliki ID FOOD. BTN menegaskan kesiapan penuh untuk menopang ekosistem tersebut, mulai dari penyediaan sistem pembayaran dan penagihan (payment and collection), transaksi para pemasok, pemenuhan kebutuhan finansial mitra Warung Pangan, hingga peluang penyaluran pembiayaan usaha bagi para pelaku bisnis di dalamnya.
"BTN ingin terhubung dalam seluruh transaction flow ID FOOD. Dari supplier, distributor atau mitra, Warung Pangan, hingga konsumen. Kolaborasi ini bukan hanya soal financial value. Lebih dari itu, kami ingin ikut membangun rantai distribusi pangan yang semakin efficient, inclusive, dan connected," ungkapnya. (Wahyu Dwi Anggoro)