sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bulog Serap Beras Petani, Tambah Kapasitas Gudang hingga 7 Juta Ton

Economics editor Rohman Wibowo
29/05/2026 18:33 WIB
Realisasi penyerapan gabah petani saat ini telah mendekati angka 3 juta ton setara beras. Dengan begitu, Bulog akan menambah kapasitas gudang hingga 7 juta ton.
Bulog Serap Beras Petani, Tambah Kapasitas Gudang hingga 7 Juta Ton. (Foto: iNews Media Group)
Bulog Serap Beras Petani, Tambah Kapasitas Gudang hingga 7 Juta Ton. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa realisasi penyerapan gabah petani saat ini telah mendekati angka 3 juta ton setara beras. Dengan begitu, Bulog telah memenuhi sekitar 75 persen dari total target penyerapan yang ditetapkan oleh pemerintah pada 2026.

"Kalau dari total 4 juta ton (target penyerapan gabah petani), kami sudah sampai 74 persen, hampir 75 persen. Berarti kita capai hampir 3 juta ton," kata Rizal di kantor Bulog, Jumat (29/5/2026).

Rizal menjelaskan bahwa kondisi panen gabah petani pada tahun ini tergolong sangat melimpah. Hal tersebut memungkinkan pihak Bulog untuk melakukan percepatan dalam mengejar target penyerapan sebesar 4 juta ton yang telah ditugaskan pemerintah sepanjang 2026.

Selain itu, Rizal mengklaim pihaknya telah melakukan perluasan kapasitas gudang hingga mampu menampung 7 juta ton setara beras guna mengantisipasi adanya lonjakan stok. Saat ini, posisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola telah menyentuh angka 5,39 juta ton.

Menurut Rizal, angka cadangan tersebut diprediksi akan terus bertambah seiring dengan masih berlangsungnya masa panen di berbagai sentra produksi yang tersebar di sejumlah daerah.

Jika menilik kinerja pada 2025, Bulog tercatat sukses menyerap beras mencapai 3,2 juta ton, sehingga penambahan kapasitas gudang tambahan dinilai sebagai langkah krusial dalam menjaga stabilitas cadangan pangan pemerintah.

Hingga penghujung Mei 2026, Perum Bulog mengelola stok CBP sebesar 5,3 juta ton sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas pasokan di pasar.

"Kami antisipasi aja (tambah kapasitas gudang). Karena namanya petani sudah tanam kan mau enggak mau harus kita serap," tutur Rizal.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement