sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Cadangan Devisa USD144,9 Miliar per Mei 2026, Gubernur BI Sebut Masih di Atas Standar IMF

Economics editor Anggie Ariesta
09/06/2026 18:59 WIB
Bank sentral menjamin posisi likuiditas valuta asing Indonesia saat ini berada pada koridor yang sangat tebal dan aman.
Cadangan Devisa USD144,9 Miliar per Mei 2026, Gubernur BI Sebut Masih di Atas Standar IMF. Foto: iNews Media Group.
Cadangan Devisa USD144,9 Miliar per Mei 2026, Gubernur BI Sebut Masih di Atas Standar IMF. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo membantah spekulasi yang menyebutkan cadangan devisa negara mulai terkuras demi menahan laju pelemahan nilai tukar rupiah. Bank sentral menjamin posisi likuiditas valuta asing Indonesia saat ini berada pada koridor yang sangat tebal dan aman.

Perry menegaskan bahwa posisi ketahanan eksternal Indonesia saat ini bahkan terpantau berada di atas ambang batas baku yang ditetapkan oleh lembaga keuangan global, Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF).

"Lebih dari cukup. BI itu selalu mengukur berapa jumlah cadangan devisa yang cukup," kata Perry saat ditemui awak media di DPR, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Dalam mengukur kesehatan pos devisa, Bank Indonesia mengacu pada standar internasional yang dirilis oleh IMF, yakni indikator Adequacy Reserve Asset (ARA).

Metode ARA ini diaplikasikan secara spesifik untuk memetakan kekuatan instrumen devisa dalam menghadapi potensi guncangan ekonomi makro, termasuk meredam fluktuasi tajam yang sedang melanda mata uang domestik.

"Berapa cadangan devisa untuk bisa meng-cover pelembahan rupiah yang dalam. Kami ukur-ukur itu dan sekarang masih lebih dari 115 persen," ujarnya.

Sokongan dana tersebut diklaim sanggup menutupi pembiayaan kebutuhan impor nasional hingga jangka waktu setengah tahun ke depan. 

Melalui kondisi fundamental yang kuat ini, BI mengimbau para pelaku pasar serta masyarakat luas untuk tetap tenang dan tidak cemas terhadap keandalan bank sentral dalam mengawal stabilitas moneter.

"Jadi jangan khawatir jumlah cadangan devisa lebih dari cukup," kata Perry.

Meski dinyatakan aman, posisi cadangan devisa Indonesia mencatatkan koreksi tipis pada penghujung Mei 2026. 

Berdasarkan data resmi bank sentral, akumulasi devisa domestik parkir di level USD144,9 miliar pada Mei 2026, bergeser turun dari perolehan April 2026 yang sempat menyentuh USD146,2 miliar.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menjabarkan bahwa penurunan nominal tersebut didorong oleh serangkaian aktivitas keuangan rutin negara, seperti penarikan global bond pemerintah, penerimaan pos jasa dan perpajakan, pemenuhan kewajiban utang luar negeri, hingga operasi pasar untuk mengawal kurs rupiah.

Secara fungsional, raihan devisa per Mei 2026 ini setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor, atau setara dengan 5,5 bulan impor jika diakumulasikan dengan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Rasio performa ini dipastikan masih kokoh berdiri di atas standar minimum internasional yang mematok batas aman di kisaran tiga bulan impor.

"Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 tercatat USD144,9 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir April 2026," kata Ramdan, Senin (8/6/2026).

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement