Selain sektor keuangan, konsolidasi juga dilakukan terhadap bisnis rumah sakit dan perhotelan yang berada di bawah ekosistem BUMN.
"Kemudian juga kita terus menggabungkan baik itu rumah sakit, hospital, kurang lebih setelah kita gabungkan ini kita punya ada 137 hotel, kita juga kita gabungkan sehingga ini salah satu program yang kita jalankan dengan target memang pada akhir tahun ini kita bisa mencapai kurang lebih 200 perusahaan BUMN pada akhirnya," ujar Rosan.
Rosan menegaskan, proses streamlining tersebut bukan pekerjaan mudah. Danantara perlu melihat berbagai aspek sebelum menentukan perusahaan yang akan digabung, didivestasi, dilikuidasi, atau dikonsolidasikan.
"Tetapi memang ini harus kami akui pekerjaan yang tidak mudah dan sangat-sangat berat karena ini harus dilihat dari semua aspeknya," ujarnya.
Dia menyampaikan, penyederhanaan struktur perusahaan negara tersebut ditujukan untuk menciptakan efisiensi, meningkatkan produktivitas, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset BUMN.
"Tetapi ya ini memang target kami untuk streamlining sehingga kita bisa menciptakan efisiensi, kita bisa meningkatkan produktivitas, dan mengoptimalkan aset-aset kita yang ada," ujar Rosan.
(Dhera Arizona)