sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Danantara Ungkap Alasan Tunjuk Investor China Jadi Operator PSEL

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
10/04/2026 00:05 WIB
Danantara Indonesia buka suara soal alasan di balik pemilihan mayoritas perusahaan China sebagai operator proyek PSEL atau WtE.
Danantara buka suara soal alasan di balik pemilihan mayoritas perusahaan China sebagai operator proyek PSEL atau WtE. (Foto: iNews Media/Iqbal Dwi Purnama)
Danantara buka suara soal alasan di balik pemilihan mayoritas perusahaan China sebagai operator proyek PSEL atau WtE. (Foto: iNews Media/Iqbal Dwi Purnama)

IDXChannel - Danantara Indonesia buka suara soal alasan di balik pemilihan mayoritas perusahaan China sebagai operator proyek Pengolahan Sampah Menjadi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy (WtE).

Managing Director Stakeholder Management & Communications Danantara, Rohan Hafas mengatakan, pemilihan investor China ini karena profil masyarakat di negara tersebut hampir sama dengan dengan warga Indonesia. China yang lebih dulu telah mengerjakan proyek serupa dianggap lebih cepat mempelajari budaya masyarakat Indonesia, termasuk budaya soal sampah.

"Kalau saya mengambil European countries, American countries, enggak cocok. Sampahnya sudah dipilah dari rumah. Belingnya sendiri, kartonnya sendiri, sampah dapur sendiri," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Danantara, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Rohan mengatakan, saat ini berdasarkan data Bank Dunia, sekitar 50 persen sampah rumah tangga di Indonesia masih dibuang sembarangan. Dengan kata lain, masyarakat belum punya budaya untuk memilah dan memilih sampah sebelum dibuang ke pembuangan akhir. 

"Nah China mirip kayak kita. Jorok-jorok juga tuh masyarakatnya, dibuang saja semuanya. Jadi pabriknya tuh desainnya, talent semua ya, dengan energi panas sekian, lumer semualah tuh sampah basahnya ikut langsung kering (dibakar)," kata Rohan.

Sebelumnya Danantara telah menetapkan 8 perusahaan yang memenangkan proyek PSEL. Sebanyak 6 perusahaan berasal dari China dan dua perusahaan sisanya dari Prancis dan Jepang.

Keenam perushaan asal China itu antara lain Chongqing Sanfeng Environment Group Corp., Ltd, Wangneng Environment Co., Ltd, dan Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd. Lalu, SUS Indonesia Holding Limited, China Conch Venture Holding Limited, dan PT Jinjiang Environment Indonesia.

Sementara dua perusahaan lainnya adalah perusahaan asal Prancis yakni Veolia Environmental Services Asia Pte Ltd, dan perusahaan asal Jepang yakni Mitsubishi Heavy Industries Environmental and Chemical Engineering.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement