AALI
10000
ABBA
212
ABDA
0
ABMM
825
ACES
1425
ACST
254
ACST-R
0
ADES
1640
ADHI
1050
ADMF
8000
ADMG
162
ADRO
1185
AGAR
414
AGII
1035
AGRO
880
AGRO-R
0
AGRS
545
AHAP
68
AIMS
510
AIMS-W
0
AISA
256
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
560
AKRA
3130
AKSI
755
ALDO
815
ALKA
240
ALMI
236
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.85
-1.35%
-6.35
IHSG
5833.86
-1.76%
-104.49
LQ45
869.49
-1.52%
-13.44
HSI
28194.09
0.59%
+166.49
N225
27824.83
-0.92%
-259.64
NYSE
16415.36
1.45%
+233.76
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,280
Emas
850,841 / gram

Depan Kanselir Jerman, Jokowi Pamer UU Cipta Kerja Permudah Investasi

ECONOMICS
Ari Sandita/Sindonews
Senin, 12 April 2021 20:33 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan peta jalan atau roadmap Indonesia dalam melakukan transformasi digital di hadapan Kanselir Jerman Angela Merkel.
Depan Kanselir Jerman, Jokowi Pamer UU Cipta Kerja Permudah Investasi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan peta jalan atau roadmap Indonesia dalam melakukan transformasi digital di hadapan Kanselir Jerman Angela Merkel. Jokowi menyebutnya sebagai Making Indonesia 4.0.

Salah satu hal yang dilakukan Indonesia untuk mempercepat transformasi digital tersebut adalah menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi industri 4.0. Dia mengatakan hal ini dilakukan dengan penerbitan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

“Pembenahan iklim investasi membutuhkan reformasi struktural. Pengesahan UU cipta kerja adalah salah satunya,” katanya dalam Pembukaan Hannover Messe 2021, Senin (12/4/2021).

Jokowi menyebut adanya UU Cipta Kerja akan lebih mempermudah proses investasi di Indonesia. Termasuk adanya berbagai insentif untuk industri digital.

“UU Cipta Kerja ini akan mempermudah izin usaha, memberikan kepastian hukum, memberikan insentif. UU Cipta kerja juga memberikan insentif bagi ekonomi digital. UU Cipta Kerja juga akan mendukung pengembangan industri 4.0,” tuturnya.

Selain perbaikan iklim investasi, Jokowi juga menyinggung pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM). Dia mengatakan Indonesia memiliki bonus demografi. Dimana pada tahun 2030 jumlah usia produktif di Indonesia tumbuh dua kali lipat.

“Tantangannya adalah penyiapan SDM yang mampu menghadapi tantangan masa depan, tantangan big data, tantangan artificial intelligence, internet of things. Saya yakin Jerman dapat mendukung penguatan SDM Indonesia melalui pengembangan pendidikan vokasi, penguatan riset, dan penguatan universitas berbasis teknologi,” pungkasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD