sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Didorong Pemulihan Ekonomi, Penduduk Kelas Menengah di Asia Terus Bertambah

Economics editor Shifa Nurhaliza
06/09/2021 12:32 WIB
Pandemi Covid-19 telah memukul perekonomian global sejak tahun lalu, berhasil mendorong peningkatan jumlah orang miskin di kawasan Asia.
Pertumbuhan ekonomi melemah akibat Covid-19 (ilustrasi)
Pertumbuhan ekonomi melemah akibat Covid-19 (ilustrasi)

IDXChannel - Pandemi Covid-19 telah memukul perekonomian global sejak tahun lalu, berhasil mendorong peningkatan jumlah orang miskin di kawasan Asia. Dimana hilangnya lapangan pekerjaan, telah menghentikan ledakan besar pertumbuhan kelas menengah di wilayah Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir.

Dikutip dari program Power Breakfast IDX Channel, Senin (6/9/2021), pergerakan demografi akibat dampak pandemi ini diprediksi hanya akan sementara.

Nantinya, jika ekonomi pulih maka jumlah kelas menengah akan kembali tumbuh. Bahkan studi terbaru dari word data lab memperkirakan lebih dari 1 juta orang di Asia akan bergabung dengan kelas menengah global pada tahun 2030 mendatang.

Berdasarkan data Bloomberg, jumlah masyarakat kelas menengah di dunia dengan pengeluaran per kapita sekitar USD11 sampai USD110 per hari, akan mencapai sebanyak 3,75 miliar orang pada tahun ini. Dimana kelompok kelas ekonomi tersebut diprediksi akan terus tumbuh hingga beberapa tahun ke depan.

Adapun, para analis memproyeksi kontributor terbesar pertumbuhan kelas menengah di dunia dalam satu dekade mendatang akan berasal dari negara-negara Asia. Dengan populasi penduduk terbesar diantaranya China dan India yang diprediksi menambahkan sekitar tiga perempat miliar anggota kelas menengah dunia.

Sementara itu, jumlah kelas menengah Indonesia diperkirakan akan mencapai 75,8 juta. Adapun negara Asia lainnya yang akan menyumbang kenaikan kelas menengah global adalah Filipina dan Vietnam. Masing-masing diperkirakan akan mencapai 37,5 juta dan 23,2 juta. (FIRDA/NDA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement