AALI
12925
ABBA
193
ABDA
0
ABMM
3240
ACES
1005
ACST
164
ACST-R
0
ADES
4860
ADHI
670
ADMF
8075
ADMG
192
ADRO
3290
AGAR
358
AGII
1980
AGRO
965
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
62
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
1035
AKSI
232
ALDO
920
ALKA
292
ALMI
266
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.76
1.04%
+5.63
IHSG
6946.49
1.8%
+123.15
LQ45
1019.35
1.11%
+11.14
HSI
20470.86
1.74%
+350.18
N225
26712.36
1.17%
+309.52
NYSE
15035.87
-0.06%
-8.65
Kurs
HKD/IDR 1,875
USD/IDR 14,728
Emas
870,824 / gram

Disaksikan Luhut, Chevron dan Pertamina Jalin Kerja Sama Bisnis Rendah Karbon

ECONOMICS
Ikhsan PSP
Jum'at, 13 Mei 2022 14:19 WIB
Chevron New Ventures Pte. Ltd. (Chevron) dan PT Pertamina (Persero) menjalin kerjasama untuk menggali potensi peluang bisnis rendah karbon.
Disaksikan Luhut, Chevron dan Pertamina Jalin Kerja Sama Bisnis Rendah Karbon (FOTO: MNC Media)
Disaksikan Luhut, Chevron dan Pertamina Jalin Kerja Sama Bisnis Rendah Karbon (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Chevron Corporation (NYSE: CVX) melalui anak perusahaannya, Chevron New Ventures Pte. Ltd. (Chevron) dan PT Pertamina (Persero) menjalin kerjasama untuk menggali potensi peluang bisnis rendah karbon.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Washington DC yang dihadiri oleh Jay Pryor, Executive Vice President Business Development Chevron, Nicke Widyawati, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Luhut B. Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) serta Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala BKPM.

"MoU ini menunjukkan komitmen Chevron dan Pertamina untuk terus mengidentifikasi peluang rendah karbon melalui kolaborasi dan kemitraan antara Chevron, perusahaan energi nasional, dan pemerintah, yang masing-masing memiliki kepentingan bersama dalam mendorong transisi energi nasional,” ungkap Jeff Gustavson, Presiden Chevron New Energies, Kamis (12/5/2022).

Chevron dan Pertamina berencana untuk mempertimbangkan teknologi panas bumi baru (novel geothermal), penyeimbangan karbon (carbon offsets) melalui solusi berbasis alam, penangkapan, pemanfaatan dan penyimpanan karbon (carbon capture, utilization, dan storage) (CCUS), serta pengembangan, produksi, penyimpanan, dan transportasi hidrogen dengan rendah karbon (lower carbon hydrogen).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, kerjasama ini merupakan langkah strategis untuk Pertamina dan Chevron dalam pengembangan dan solusi energi rndah karbon.

"Kemitraan ini merupakan langkah strategis bagi Pertamina dan Chevron untuk saling melengkapi kekuatan masing-masing, serta mengembangkan proyek dan solusi energi rendah karbon untuk mendorong kemandirian dan ketahanan energi dalam negeri,” ujarnya.

Nicke menambahkan tengah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan penerapan Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization, and Storage (CCUS) sebagai salah satu strategi perseroan mengurangi emisi karbon di dua lapangan migas yakni Gundih dan Sukowati. Pertamina juga sedang mengkaji komersialisasi penerapan teknologi CCUS di wilayah Sumatera.  

Menko Marves, Luhut B.Pandjaitan menyampaikan pemerintah menyadari pentingnya pendekatan yang bersifat kolaboratif untuk mencapai tujuan rendah karbon.

“Tentunya, upaya untuk meningkatkan proyek energi rendah karbon tidak bisa dilakukan sendiri. Kami harap perusahaan minyak dan gas kelas dunia, seperti Pertamina dan Chevron, dapat bermitra untuk memangkas emisi karbon dan mendorong transisi energi sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Pemerintah Indonesia,” tutup Menko Luhut.

Perlu diketahui, Indonesia sebagai negara kedua terbesar yang memiliki kapasitas terpasang panas bumi telah mengembangkan geothermal sejak tahun 1974. Saat ini, melalui Subholding Power & NRE, Pertamina memiliki total kapasitas terpasang Geothermal mencapai 1.877 MW yang berasal dari 13 area kerja Geothermal, di mana 672 MW berasal dari area kerja yang dioperasikan sendiri dan 1.205 merupakan kontrak operasi bersama (joint operation contract/JOC).

Area kerja yang dioperasikan sendiri dengan total kapasitas 672 MW tersebut mencakup Area Sibayak 12 MW, Area Lumut Balai 55 MW, Area Ulubelu 220 MW, Area Kamojang 235 MW, Area Karaha 30 MW, dan Area Lahendong 120 MW. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD