IDXChannel - Vietnam dan Thailand diperkirakan menjadi negara Asia Tenggara yang terkena dampak besar dari konflik di Timur Tengah.
Menurut laporan Bank Dunia terbaru, pertumbuhan ekonomi kedua negara diprediksi turun signifikan pada 2026.
Berdasarkan laporan East Asia & Pacific Economic Update yang dirilis pekan ini, konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel mengguncang perekonomian global dan mengerek harga energi.
"Konflik di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga energi, yang secara langsung merugikan negara importir energi," kata Bank Dunia dalam laporannya, dikutip pada Sabtu (11/4/2026).
Pertumbuhan ekonomi Vietnam diperkirakan turun menjadi 6,3 persen pada 2026, anjlok dari 8,0 persen tahun lalu.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Thailand mungkin melambat menjadi 1,3 persen tahun ini, dibandingkan dengan ekspansi 2,4 persen pada 2025.
Filipina juga terkena dampak yang cukup besar. Pertumbuhan ekonominya diperkirakan turun ke 3,7 persen dari 4,4 persen.
Selain itu, ekspansi produk domestik bruto (PDB) Malaysia diprediksi turun ke 4,4 persen dari 4,9 persen.
Ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh sebesar 4,7 persen tahun ini, setelah mencatat pertumbuhan sebesar 5,1 persen setahun sebelumnya
Laporan ini mencakup negara berkembang di kawasan Asia Timur dan Pasifik, sehingga tidak mencakup Singapura. (Wahyu Dwi Anggoro)