IDXChannel - Nilai tukar rupiah masih dalam tren melemah dan mendekati level Rp17.900 per dolar Amerika Serikat (AS). Para pelaku pasar kini tertuju pada penguatan sektor fundamental ekonomi domestik.
Salah satu indikator krusial yang dinilai memegang peran vital sebagai jangkar jangka panjang bagi pergerakan mata uang Garuda yaitu kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI).
Ekonom senior dari Bright Institute, Awalil Rizky, menilai pemahaman yang transparan dan objektif mengenai struktur data NPI saat ini sangat penting bagi pemerintah dan otoritas moneter agar dapat merumuskan langkah mitigasi yang lebih presisi, terutama dalam membentengi rupiah dari guncangan eksternal.
"Sulit dipungkiri kondisi umum NPI atau transaksi internasional Indonesia memburuk, termasuk beberapa komponen utamanya. Perlu diketahui bahwa kondisi NPI termasuk faktor fundamental bagi nilai rupiah," kata Awalil Rizky dalam analisisnya, Sabtu (30/5/2026).
Awalil memaparkan bahwa pada kuartal I-2026, NPI mencatatkan defisit sebesar USD9,15 miliar. Kondisi ini dipicu oleh dua komponen utama, yakni Transaksi Berjalan (Current Account) serta Transaksi Finansial.