IDXChannel - Stabilitas makroekonomi yang mulai membaik dinilai membuka peluang pemulihan valuasi pasar saham Indonesia pada paruh kedua 2026.
Kebijakan moneter yang lebih ketat, kemajuan konsolidasi fiskal, serta pelonggaran sejumlah kebijakan di sektor pertambangan diperkirakan dapat mengurangi tekanan terhadap rupiah sekaligus memperbaiki sentimen investor.
Meski melihat peluang price-to-earnings (PE) re-rating setelah valuasi pasar terkoreksi tajam dalam setahun terakhir, tim analis UBS yang dipimpin Joshua Tanja tetap memangkas target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir 2026 menjadi 7.050 dari sebelumnya 8.150.
Revisi tersebut didasarkan pada penurunan proyeksi laba per saham (EPS) emiten untuk 2027 serta target valuasi yang lebih rendah.
Dalam riset yang diterbitkan pada 8 Juli 2026, UBS menyebut perkembangan makro terbaru berpotensi meredakan tekanan depresiasi rupiah pada semester II-2026.