UBS tetap memperkirakan pertumbuhan EPS gabungan (CAGR) mencapai 12 persen per tahun sepanjang 2025-2027.
Dari sisi sektoral, UBS masih memilih sektor sumber daya berbasis nikel, aluminium, dan tembaga, serta telekomunikasi dan barang konsumsi pokok.
Sementara, UBS mempertahankan pandangan netral terhadap sektor perbankan, otomotif, barang konsumsi nonprimer, emas, dan batu bara. Kemudian, UBS masih berpandangan negatif terhadap sektor utilitas gas, properti, semen, dan digital.
Di kelompok saham berkapitalisasi besar, UBS menjadikan BBCA, TLKM, dan AMMN sebagai pilihan utama.
UBS juga memperbarui daftar saham favoritnya. BBCA menggantikan BMRI karena dinilai lebih diuntungkan oleh kondisi likuiditas yang ketat, sementara INCO menggantikan ANTM seiring preferensi UBS terhadap prospek nikel dibanding emas.