Ketiga, pelonggaran sejumlah kebijakan di sektor pertambangan, termasuk terkait sentralisasi ekspor dan kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), dinilai dapat memperbaiki iklim investasi.
Keempat, permintaan dolar AS diperkirakan menurun secara musiman pada semester II setelah kebutuhan belanja pemerintah dan pembayaran dividen yang terkonsentrasi pada paruh pertama tahun mereda.
Meski demikian, UBS memangkas target IHSG akhir 2026 menjadi 7.050 dari sebelumnya 8.150.
Target baru tersebut diperoleh menggunakan model Gordon Growth, dengan asumsi imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun sebesar 7,25 persen (sebelumnya 6,75 persen), equity risk premium sebesar 5,5 persen (sebelumnya 5 persen), serta pertumbuhan jangka panjang 7 persen (sebelumnya 7,5 persen).
Asumsi tersebut menghasilkan target forward PE sebesar 9,5 kali, lebih rendah dibandingkan target sebelumnya 10,1 kali, dengan proyeksi laba per saham (EPS) emiten di IHSG tahun 2027 sebesar Rp741, turun dari estimasi sebelumnya Rp803.