IDXChannel – Nilai tukar Rupiah mengalami tekanan dengan mendekati Rp17.900 per dolar AS per Kamis (28/5/2026) pagi.
Kombinasi dari eskalasi konflik geopolitik di tingkat internasional serta rentetan beban komparatif dari dalam negeri menjadi pendorong utama amblesnya mata uang Garuda pada perdagangan hari ini.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa pergerakan kurs Rupiah sudah menunjukkan penyusutan yang signifikan dan berpotensi menuju level Rp18.000 per dolar AS.
"Tapi hari ini cukup luar biasa terhadap pelemahan mata uang rupiah. Saat saya membuat satu rilis ini, rupiah sudah melemah 70 poin, yaitu di Rp17.870. Ada kemungkinan hari besok pembukaan pasar besok di hari Jumat rupiah ini akan mendekati level Rp18.000,” jelas Ibrahim dalam analisisnya, Kamis (28/5/2026).
Dari sisi eksternal, Ibrahim menyoroti memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan ke instalasi strategis di wilayah Iran Selatan. Berdasarkan laporan intelijen Rusia, AS bahkan tengah mempersiapkan skenario perang skala besar menggunakan milisi sipil di Suriah.