IDXChannel—Hasil riset NEXT Indonesia Center mengungkapkan bahwa aktivitas jual beli online di Indonesia masih sangat berpusat di daerah perkotaan dan didominasi oleh penduduk di Pulau Jawa.
Peneliti NEXT Indonesia Center, Rezky Reza Pratama, menyoroti ketimpangan nyata ini. Menurutnya, anggapan bahwa penjual di daerah bisa dengan mudah mendapatkan pembeli di kota besar atau sebaliknya, sering kali baru sebatas teori teknis.
Dalam praktiknya, kunci meningkatnya aktivitas belanja online adalah kesiapan infrastruktur fisik yang ditopang oleh kemajuan ekonomi daerah.
“Kita tidak boleh hanya melihat total nilai transaksi e-commerce nasional yang terlihat besar secara keseluruhan. Internet memang bisa diakses dari mana saja, tetapi di lapangan hal ini bergantung juga pada masalah pengiriman barang, kestabilan sinyal, daya beli masyarakat, dan pemahaman digital. Jika hal ini tidak segera diperbaiki, ekonomi digital justru akan membuat kesejahteraan menjadi tidak merata,” ungkap Reza di Jakarta, Minggu (12/07/2026).
Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025 yang diolah kembali oleh NEXT Indonesia Center, ada sekitar 54,0 juta orang atau 19,18 persen penduduk Indonesia yang aktif berbelanja secara daring.