Sementara jika dilihat dari sisi konsumsi atau pembeli daring, Kota Yogyakarta berada di urutan pertama secara nasional dengan rasio pembeli mencapai 36,98 persen dari total penduduknya.
“Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman tampaknya punya keunikan tersendiri karena sukses menyeimbangkan dua sisi aktivitas digital, di mana warganya tidak hanya aktif berbelanja, tetapi juga produktif berjualan berkat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang hidup,” imbuh Reza.
Selain Yogyakarta, kawasan metropolitan Jabodetabek memperkokoh posisinya sebagai wilayah dengan rasio pembeli online terbesar di Indonesia, yakni Kota Depok (36,96 persen), disusul Jakarta Selatan (36,45 persen), Jakarta Timur (34,73 persen), Tangerang Selatan (34,03 persen), dan Kota Bekasi (33,09 persen).
“Di tengah dominasi Jawa yang sangat kuat ini, Kota Pangkalpinang di Kepulauan Bangka Belitung menjadi satu-satunya wilayah luar Jawa yang berhasil masuk ke daftar 10 besar daerah konsumtif dengan rasio pembeli (33,30 persen),” pungkasnya.
Ketersediaan Sinyal Internet Bukan Satu-satunya Faktor yang Mendorong Jual Beli Online
Lembaga Riset NEXT Indonesia Center juga menemukan bahwa ketersediaan Base Transceiver Station (BTS) menjadi syarat dasar yang sangat penting.