Namun, jumlah masyarakat yang memanfaatkan internet untuk berjualan baru sekitar 9,7 juta orang atau 3,43 persen saja dari total penduduk. Ketimpangan ini, kata Reza, terlihat semakin jelas pada data persebaran wilayahnya.
Daerah dengan aktivitas digital yang tinggi umumnya merupakan kawasan perkotaan yang padat penduduk, menjadi pusat pendidikan, memiliki sektor jasa yang aktif, atau wilayah yang terhubung langsung dengan pusat ekonomi besar.
Kabupaten Sleman di DI Yogyakarta, misalnya, sukses memimpin sebagai wilayah dengan rasio penjual daring tertinggi di Indonesia, yaitu mencapai 10,10 persen dari total penduduknya.
Setelah Sleman, wilayah dengan rasio penjual online tertinggi berturut-turut ditempati oleh Kota Salatiga (9,25 persen), Kota Yogyakarta (9,13 persen), Kota Batu (8,92 persen), dan Kota Malang (8,67 persen).
Kelima daerah teratas ini memperlihatkan pola yang mirip, di mana ukuran wilayahnya tidak terlalu besar, tetapi memiliki penetrasi internet yang kuat dan tingkat perekonomian yang cukup baik serta tergolong perkotaan.