Daerah dengan aktivitas belanja online tinggi seperti Depok, Jakarta Selatan, dan Tangerang Selatan tercatat bahwa 100 persen desa atau kelurahannya sudah terjangkau oleh BTS, sehingga tidak ada lagi area yang susah sinyal ponsel maupun internet.
Kondisi sebaliknya masih harus dihadapi oleh wilayah Indonesia Timur dan beberapa daerah kepulauan. Di Kabupaten Maluku Tenggara, contohnya, baru 23,83 persen desa yang memiliki fasilitas BTS, dan masih terdapat 48 desa yang sama sekali belum tersentuh sinyal internet.
Masalah geografis, biaya pembangunan menara yang mahal, dan biaya pengiriman barang yang tinggi membuat e-commerce sulit tumbuh di wilayah terpencil.
Namun, riset ini juga menemukan fakta bahwa ketersediaan jaringan internet yang luas di suatu daerah tidak otomatis menciptakan transaksi dagang.
Kabupaten Kepulauan Aru dan Kabupaten Maluku Barat Daya sebenarnya memiliki porsi desa ber-BTS yang sangat tinggi, yaitu di atas 88 persen, tetapi rasio pelaku e-commerce di sana masih sangat rendah, yaitu di bawah 2,5 persen.