sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

El Nino Berisiko Ganggu Pasokan, BI Antisipasi Lonjakan Harga Pangan

Economics editor Anggie Ariesta
21/10/2026 19:11 WIB
Elnino berpotensi mengganggu produksi dan distribusi pangan, terutama beras, cabai, dan bawang merah.
El Nino Berisiko Ganggu Pasokan, BI Antisipasi Lonjakan Harga Pangan (Foto: iNews media Group)
El Nino Berisiko Ganggu Pasokan, BI Antisipasi Lonjakan Harga Pangan (Foto: iNews media Group)

Dalam jangka panjang, BI mendorong penguatan sektor hulu melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP), pembangunan jaringan irigasi, serta penggunaan bibit unggul yang tahan terhadap perubahan iklim.

Risiko El Nino muncul ketika inflasi nasional menunjukkan tren kenaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (yoy) mencapai 3,28 persen pada September 2026, naik dari 3,19 persen pada Agustus 2026.

Kelompok harga bergejolak (volatile food) mencatat inflasi sebesar 5,03 persen dengan andil 0,83 poin persentase terhadap inflasi nasional.

Ricky menyebut tekanan harga pangan lebih tinggi di sejumlah wilayah. Inflasi volatile food di Sulampua mencapai 8,63 persen, terutama didorong kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, tomat, bawang merah, beras, serta ikan cakalang dan tongkol.

Sementara itu, inflasi volatile food di Kalimantan mencapai 7,62 persen, terutama akibat kenaikan harga beras.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement