AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2430
ACES
730
ACST
191
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
800
ADMF
8150
ADMG
176
ADRO
3230
AGAR
312
AGII
2230
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1550
AKRA
1160
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
194
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.17
-0.06%
-0.32
IHSG
7133.81
0%
+0.35
LQ45
1016.22
-0.01%
-0.14
HSI
19812.78
-0.55%
-109.67
N225
28963.25
-0.89%
-259.52
NYSE
15734.11
-0.71%
-112.68
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
837,319 / gram

IKN Masih Sepi Investor, Ekonom: Memang Proyek Tak Terlalu Menguntungkan

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Senin, 28 Maret 2022 12:38 WIB
Pembangunan IKN Nusantara adalah projek kemegahan suatu negara yang tidak memiliki dampak komersial tidak terlalu tinggi.
IKN Masih Sepi Investor, Ekonom: Memang Proyek Tak Terlalu Menguntungkan (FOTO:MNC Media)
IKN Masih Sepi Investor, Ekonom: Memang Proyek Tak Terlalu Menguntungkan (FOTO:MNC Media)


IDXChannel - Direktur Eksekutif Next Policy, Fithra Faisal menyebut, pembangunan Ibu Kota Nusantara kurang menarik di mata Investor.

Sebab, pembangunan IKN Nusantara adalah projek kemegahan suatu negara yang tidak memiliki dampak komersial tidak terlalu tinggi.

Fitra mengatakan return of Investment dari projek infrastruktur di seluruh dunia memiliki range antara 15 - 24%. Namun projek yang ada di IKN ini Fitra menduga masih berada dibawah angka tersebut.

"Tapi itulah yang menjadikan soft bank menarik diri, bahwa kecenderungan aspek komersial bisnis itu cukup terbatas, itu saya rasa menjadi pertimbangan berat untuk para investor," ujar Fitra dalam Market Review IDXChanel Senin (28/3/2022).

Selain itu menurut Fitra saat ini banyak investor yang lebih Memperhatikan aspek sustainability dan green econony dan aspek lain yang mendukung penanggulangan krisis iklim.

"IKN ini dibangun ditengah hutan, oke itu konsepnya adalah green, tetapi kan ketika dibangun di tengah hutan, berartikan ada hutan yang dipangkas, ini juga menjaei concern sebagian besar investor," sambungnya.

Sedikit atau banyak menurutnya Indonesia akan kehilangan fungsi hutan Kalimantan sebagai paru-paru dunia. Hal tersebut disebabkan oleh penebangan pohon untuk pembangunan.

"Jadi potensi masuk sini juga masih terbatas, kita sudah ke Arah atau segala macam, tapi belum ada komitmen apa-apa," kata Fitra.

"Saya tidak terkejut ketika soft bank menarik diri, karena memang ini projek yang tidak terlalu menguntungkan," pungkasnya.


(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD