"Dalam hal ini semua keputusan harus diambil secara konsensus, dan pandangan pada pendiri BRICS harus dihormati," kata Perdana Menteri India itu.
Ada permohonan baru yang tertunda untuk bergabung dengan kelompok tersebut.
"Pertemuan kami berlangsung pada saat dunia sedang menghadapi beberapa tantangan mendesak seperti perang, ketidakpastian ekonomi, perubahan iklim, dan terorisme," kata Modi.
Sembari menggarisbawahi diskusi tentang kesenjangan antara negara-negara di Belahan Bumi Utara-Selatan dan Timur-Barat, Modi mengatakan: "Pada saat seperti ini, ada harapan tinggi" dari BRICS yang beragam dan inklusif yang "dapat memainkan peran yang positif di semua bidang."
Seraya menyerukan aturan global terkait keamanan siber dan kecerdasan buatan yang aman dan terlindungi, Modi lebih lanjut mengatakan: "Kita harus menyampaikan pesan kepada dunia bahwa BRICS bukanlah organisasi yang memecah belah, melainkan organisasi yang bekerja demi kepentingan kemanusiaan."
"Kami mendukung dialog dan diplomasi, bukan perang," katanya menambahkan.
(Dian Kusumo Hapsari)