AALI
10000
ABBA
212
ABDA
0
ABMM
825
ACES
1425
ACST
254
ACST-R
0
ADES
1640
ADHI
1050
ADMF
8000
ADMG
162
ADRO
1185
AGAR
414
AGII
1035
AGRO
880
AGRO-R
0
AGRS
545
AHAP
68
AIMS
510
AIMS-W
0
AISA
256
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
560
AKRA
3130
AKSI
755
ALDO
815
ALKA
240
ALMI
236
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.85
-1.35%
-6.35
IHSG
5833.86
-1.76%
-104.49
LQ45
869.49
-1.52%
-13.44
HSI
28194.09
0.59%
+166.49
N225
27824.83
-0.92%
-259.64
NYSE
16415.36
1.45%
+233.76
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,280
Emas
850,841 / gram

Ini Pengaruh Harbolnas Terhadap Perekonomian Digital Nasional

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Senin, 12 April 2021 23:10 WIB
Pesta belanja online atau biasa disebut dengan “Harbolnas” merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh konsumen dan pelaku bisnis.
Ini Pengaruh Harbolnas Terhadap Perekonomian Digital Nasional. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Pesta belanja online atau biasa disebut dengan “Harbolnas” merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh konsumen dan pelaku bisnis. Nilai transaksi setiap Harbolnas diselenggarakan selalu mengalami peningkatan yang signifikan.

Dilansir dari program 1st Session Closing IDX Channel Senin (12/4/2021), nilai transaksi yang tercipta dengan adanya harbolnas di tahun 2017 mencapai Rp4.7 triliun, dan mengalami peningkatan ke tahun-tahun berikutnya, tahun 2018 mencapai Rp6.8 triliun, tahun 2019 mencapai Rp9.1 triliun, dan tahun 2020 mencapai Rp11.6 triliun.

Target kenaikan dari perjualan retail pada harbolnas dinilai cukup realistis dikarenakan tren “belanja online” menjadi meningkat karena pandemi Covid-19. Tahun ini, pemerintah juga memberikan subsidi ongkos kirim untuk belanja online, dan menyiapkan anggaran hingga Rp500 miliar.

Adapun pengaruh harbolnas terhadap perekonomian digital nasional:
Pertama, mendongkrak daya beli masyarakat.
Kedua, mendorong digitalisasi UMKM.
Ketiga, mendorong daya saing produk lokal.
Dan yang keempat, mendukung pertumbuhan ekonomi.

Secara keseluruhan, penyelenggaraan harbolnas membantu dalam mendorong majunya ekosistem ekonomi digital di Indonesia secara menyeluruh. Mulai dari segi penjualan, daya saing, nilai transaksi dan kemudahan bagi konsumen. 

Banyak marketplace di Indonesia yang bisa dimanfaatkan untuk semakin meningkatkan penjualan para pembisnis melalui toko online. Dan berikut adalah marketplace yang paling banyak dikunjungi oleh konsumen di Indonesia:

Tokopedia, dari handphone/gadget sebesar 62,7 Persen, dan dari desktop sebesar 37,3 Persen.

Shopee, dari handphone/gadget sebesar 72,4 Persen, dan dari desktop sebesar 21,3 Persen.
Bukalapak, dari handphone/gadget sebesar 78,7 Persen, dan dari desktop sebesar 21,3 Persen.

Lazada, dari handphone/gadget sebesar 80,7 Persen, dan dari desktop sebesar 19,3 Persen.

Blibli, dari handphone/gadget sebesar 64,7 Persen, dan dari desktop sebesar 35,3 Persen. (TYO)

(Ditulis oleh: Annisa Winona)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD